Sahabatku,
Alhamdulillah di hari ini kita kembali diberi kesempatan untuk hidup dan
menjalankan aktifitas seperti biasa, semoga Anda membaca tulisan ini dalam
keadaan sehat wal afiat. amiin. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada
Rasul paling mulia, Muhammad saw., juga kepada para keluarga, sahabat, dan para
pengikutnya hingga akhir zaman.
Sahabat-sahabat saya yang dimuliakan Allah, Janganlah
termakan oleh tipu daya dunia. Dunia yang sekarang ini hanya suatu jalan, bukan
tujuan. betapa ruginya manusia yang lalai, dan menghabiskan waktu untuk
bermain-main di perjalanan, sehingga ia lupa menyiapkan bekal untuk kehidupan
yang sesungguhnya.
Lewat tulisan sederhana ini, saya ingin mengingingatkan
kita semua agar jangan terlalu memikirkan dunia, jangan terlalu bersedih atas
apa yang terjadi dalam hidup, yakinlah, itu adalah ketetapan Tuhan yang maha adil,
semuanya sudah direncanakan untuk kebaikan kita, jangan pernah khawatir akan
itu, tugas kita hanyalah menjalankan hidup dengan sebaik-baiknya.
Begitu banyak manusia yang berada dalam kegelisahan dan
kegalauan karena masalah-masalah dunia. mereka itulah yang:
“Dan sungguh kamu akan mendapati mereka,
manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi)
dari orang-orang musyrik. masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu
tahun, Padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada
siksa. Allah Maha mengetahui apa yang mereka kerjakan.”
Sahabatku, ketika anda ditimpa masalah, solusi terbaik
untuk menghadapinya adalah dengan mengingat Allah.
“(yaitu)
orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat
Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Ar-Ra’d ayat 28)”
Sahabat-sahabtku yang ku cintai karena Allah, salah satu
yang menyebabkan kenapa manusia tidak pernah tenang adalah karena ia tidak
pernah merasa cukup.
Manusia selalu merasa kekurangan, karena manusia mencari apa yang
belum dimiliki, sehingga menyebabkan kita tak pernah mensyukuri apa yang sudah
dimiliki. Sebanarnya sudah terlalu banyak suatu yang di berikan Tuhan kepada
kita, yang belum tentu diberikan kepada orang lain. Tuhan menyayangi kita, Ia
tak akan memberikan apa yang nafsu kita inginkan, tapi Ia pasti akan selalu
memberikan apa yang kita butuhkan. Jika anda merasa kekurangan dalam hidup anda
maka cepat-cepatlah bertaubat, itu adalah bisikan syetan, dan lihatlah orang
yang lebih rendah dari anda. Jika anda menggunakan mobil butut, maka lihatlah
mereka yang kehujanan menggunakan sepeda motor, jika anda menggunakan sepeda
motor maka lihatlah mereka yang menggunakan sepeda dengan lelah mengayuh, jika
anda menggunakan sepeda lihatlah mereka yang jalan kaki, jika anda jalan kaki
lihatlah mereka yang kakinya bunting ataupun lumpuh, jika anda lumpuh maka
lihatlah nikmat nafas, rezeki, dan kesempatan hidup yang masih diberikan Tuhan.
Dengan begitu, maka hati akan dipenuhi rasa syukur dan tak akan pernah ada
keluhan. Dan sebagaimana kita ketahui, bagi orang-orang yang bersyukur, maka
Dan (ingatlah
juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur,
pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari
(nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (Ibrahim: 7)
Subhanallah
sahabat- sahabatku yang ku cintai karena Allah, begitu banyak nikmat Allah yang
selama ini kita lupakan. Mulai dari nikmat sehat, usia, kesempatan, dan banyak
lagi yang lain. Jika kita mau berpikir
itu maka kita akan mensyukurinya, karena nikmat-nikmat itu adalah nikmat yang sungguh
besar yang tak akan pernah ternilai dengan uang. Apakah anda mau menjual kedua
bola mata anda seharga 1 juta dolar? Apakah anda juga mau menjual lidah,
tangan, kaki, jantung, atau organ lainnya?
Mari
kita gunakan akal sehat untuk memikirkan nikmat-nikmat itu.
Bagi
orang-orang yang memikirkannya dan tidak pernah lupa, maka ia akan bersyukur
dan merasa cukup. Tapi bagi orang-orang yang serakah, tidak pernah mau
mensyukuri nikmat Allah maka hatinya akan senantiasa dipenuhi rasa tidak
tenang, gelisah, galau, dan lain sebagainya.
Sahabatku,
ingatlah, kebahagiaan itu ada dalam rasa cukup, ingat ya:
BUKAN
KEBAHAGIAAN YANG MENJADIKAN KITA BERSYUKUR, TAPI BERSYUKURLAH YANG MENJADIKAN KITA
BAHAGIA
Jadi
untuk bisa bahagia kita tidak perlu mencari dan mengumpulkan harta dunia
sebanyak-banyaknya, kita tidak perlu stress memikirkan hal-hal keduniaan, cukup
dengan bersyukur maka anda akan bahagia. Karena kebahagiaan itu ada dalam diri
kita, bukan di luar, makanya orang yang terus mencari kebahagiaan tidak akan
pernah menemukannya, karena ia memang tidak ada di luar.
Begitu
banyak kita lihat, seorang pejabat dengan gaji yang banyak, tapi masih korupsi.
Itulah jiwa yang serakah, tak pernah merasa cukup, sudah punya uang ingin yang
lebih banyak lagi, sehingga ia menghalalkan segala cara, ia rela meninggalkan
anak istrinya hanya, tak pernah dirumah. Tapi sebaliknya, seorang petani atau
buruh dengan penghasilan pas-pasan tapi hidupnya bahagia, selalu makan bersama
dengan anak istrinya.
Sahabatku,
sampai sini dulu ya, nanti kita lanjutkan lagi disini (Lombok Timur) sudah
mendekati waktu maghrib. Mari kita bersiap-siap menghadap kepada sang khalik.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.