Sekelompok pelajar SMA yang disaudarakan oleh kelas
yang mereka tempati. 35 siswa, 10 laki-laki dan sisanya perempuan. Delapan dari
10 siswa laki-laki itu duduk dalam deretan bangku paling kiri kelas itu,
kecuali dua siswa yang duduk paling belakang di deretan bangku perempuan yang
ada disebelah kanan.
Mereka menamakan diri XENON. Yang menurut mereka
memiliki kepanjangan Excellent Of Science One. Ya, merekalah para penghuni
kelas XI IPA 1. Satu dari dua kelas yang atapnya bersambung dengan atap
Mushalla.
Mereka gila. Mereka keren. Mereka membuat sesuatu
yang luar biasa menjadi lebih luar biasa. Mereka berbakat. Mereka hebat. Mereka
mencintai Republik ini. Mereka punya hati, paling tidak untuk membenci korupsi.
Mereka punya semangat membara. Mereka pemuda-pemuda
yang pantang menyerah.
Tak terlalu serius, mereka juga humoris.
Mereka cinta lingkungan, walaupun kadang masih
sering lupa akan itu. Mereka anak-anak muda yang berdedikasi penuh pada cinta.
Mereka benar-benar saudara. Berdarah sama.
Mereka ingin memperbaiki negeri ini. Dengan
berbagai cara yang mereka bisa. Mereka tidak pernah mengatakan ini negeri
gagal.
Walaupun mereka lebih suka menonton liga inggris
daripada liga super Indonesia. Walaupun mereka menggunakan sendok-sendok buatan
Cina. Walaupun mereka membeli sepeda motor buatan asing. Jangan pernah kau
pikir mereka tidak mencintai Indonesia. Mereka cinta. Dan mereka bangga. Mereka
menggunakan produk luar negeri karena terpaksa. Mereka lebih suka menonton liga
inggris, karena mereka tak sanggup menahan sedih melihat persepakbolaan negeri
ini yang tak kunjung usai diterpa masalah. Mulai dari organisasi yang tak
becus, pemain yang emosi dan marah-marah, sampai penonton yang awutan.
Mereka adalah pemuda. Darah mereka masih mengalir
deras. Nafas mereka merhembus. Untuk sebuah karya. Untuk sebuah rasa syukur.
Untuk memberi arti yang terbaik bagi negeri. Memberi secercah cahaya perubahan.
Teori-teori manis yang mereka pelajari di bangku
kelas, tak selalu persis dengan kenyataan diluar, bahkan berkebalikan.
“Bumi
dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan
dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.” ****
-Pasal 33 ayat 3-
Mereka
lalu menanyakan Newmont. Sebuah perusahaan tambang emas yang mengeruk kekayaan
yang ada di provinsi mereka. Kenapa dikuasai asing? kenapa tidak digunakan
untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat? Kenapa malah dibayar dengan semakin
banyaknya fasilitas yang rusak? Kenapa harus dibayar dengan ancaman
tenggelamnya pulau Sumbawa?
“Fakir
miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.” ****
-Pasal 34 ayat 1-
Mereka lalu menanyakan, kenapa masih
banyak anak yang putus sekolah? Sehingga mereka menjadi pencopet? Kenapa orang
miskin yang mencuri dan merampok demi sesuap nasi?
“Setiap
orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hokum yang
adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum.” **
-Pasal 28 D ayat 1-
Mereka menanyakan, pencuri ayam yang
dipukuli warga, dihukum 15 tahun penjara, tetapi orang yang korupsi ratusan
miliar hanya dihukum 5 tahun?.
Masih
banyak lagi pertanyaan lain yang tersimpan dihati mereka.
Mereka menanyakan ini bukan karena benci pada
negeri, tapi tidak lain karena ingin mengetuk pintu hati manusia-manusia yang
masih perduli.
Mereka adalah penerima warisan negeri ini. Kelak,
mereka akan menjadi orang-orang besar. Mereka akan membangun negeri yang mereka
cintai ini.
Mereka, ya, mereka, bukan yang lain.
Mereka adalah ciptaan Tuhan.
Dan mereka memiliki hati untuk cinta.
0 komentar:
Post a Comment