*XENON FC MENGALAH DEMI ADIK*
Oleh: Rowi Alfata
![]() |
Budiman As'ari mengibarkan bendera Xenon |
"Saya
tahu laga melawan X.C ini sangat menegangkan dan akan berlangsung dalam tensi
tinggi. Saya minta semua pemain untuk tampil disiplin dan tidak terlalu percaya
diri. Kesabaran menjadi kunci untuk meredam X.C" ujar Imam sebelum
pertandingan dimulai.
![]() |
Euforia Para Suporter Xenon |
Sebagai rujukan strategi, pelatih asal
Benteng, Rowi Alfata telah menganalisis kekuatan lawan dari semua sisi, mulai
dari cara berjalan, makanan kesukaan, maupun jadwal ke wc. "X.C merupakan
tim yang tangguh dan didukung materi pemain yang bagus. Kelebihan lainnya,
mereka selalu konsisten pada pengaturan posisi yang baik" ujar Rowi.
Sialnya, Rowi kehilangan seorang pemain terbaik XENON, Imam Fahrurrozi, yang
saat itu tidak bisa mengikuti laga karena laptopnya yang sedang mengalami
cedera ringan. Kurniawan Adi Sanjaya kemudian ditunjuk sebagai penggantinya.
Kapten XENON, Ewha, pun tak sabar menunggu duel yang dianggapnya bergengsi ini.
"Pertandingan ini lebih dari sekadar pertandingan, tapi sudah menyangkut
gengsi XENON dan X.C, ini demi harga diri, ibarat adek dan kakak yang sedang
memperebutkan celana dalam bekas ayahnya. Tak ada istilah kalah atau seri,
pokoknya kami harus menang atas X.C" kata Ewha.
Semangat
yang membara tak hanya dimiliki oleh pemain, tetapi juga para supporter. Sejak
subuh, Stadion Pendidikan sudah dipadati para XENONIUST. Dengan perlengkapan berupa
botol bekas yang didapat dari bak sampah depan kelas, mereka tak ada hentinya
meneriakkan dukungan terhadap kelas kebanggaan mereka.
Tepat
pukul 09.00, peluit tanda mulainya pertandingan ditiup oleh wasit asal aikmel.
Sepuluh
menit pertama, pertandingan berjalan begitu alot. Serangan dari masing-masing
tim silih berganti. Kesempatan emas untuk XENON FC datang bekali-kali, namun
ternyata kipper X.C terlalu tangguh untuk ditembus. Semua serangan pemain depan
XENON FC mampu digagalkan. Salah satu serangan paling heboh datang dari sang
kapten, ewha, yang mencoba untuk memasukkan bola ke gawang lawan, tapi malang,
sebelum ia melakukan tendangan, seorang center-back x.c mencoba untuk
menghalau, alhasil sang kapten terbang setinggi 10 cm dan sukses mendarat dengan
bokong yang menembus tanah, dan diapun merengek kesakitan selama beberapa saat.
Tetapi, walaupun gagal, teriakan semangat dari para XENONIUST tetap menggelora.
Menjelang
akhir babak pertama, para pemain XENON FC sepertinya sudah kehilangan
kesabaran, taktik bertahan yang semula dimainkan tidak lagi terlihat.
Konsentrasi dari para pemain sudah mulai terkoyak. Ini terlihat dari permainan
yang tidak lagi teratur, ditambah tindakan beberapa pemain yang saling
menyalahkan. Hilangnya konsentrasi permainan inipun berhasil dimanfaatkan oleh
pemain X.C, alhasil dua gol mampu mereka sarangkan di gawang XENON FC yang
dijaga oleh istiqlal farozi.
Memasuki
babak kedua, tensi permainan semakin tinggi. Perjuangan untuk mengejar
ketertinggalan masih berlanjut. Percobaan mencetak golpun sudah dilancarkan
beberapa kali oleh stricker asal rorong ranteq, Budiman Asy’ári, tapi tetap
menemui kebuntuan. Kelas X.C semakin menunjukkan keganasannya ditengah
lapangan, tiga gol secara beruntun mampu dicetak dalam waktu 10 menit.
Kedudukan berubah menjadi 5-0. Tampaknya para pemain X.C belum cukup puas
dengan hasil ini, intensitas serangan yang tinggi masih digencarkan, dan
akhirnya, sampai peluit panjang dibunyikan, skor 6-0 mampu mereka catatkan.
Ternyata Dewi Fortuna sedang tidak mood untuk memenangkan tim XENON, diduga
kuat penyebabnya adalah karena Dewi Fortuna cemburu terhadap Dewi Yuliana Rizqi
yang saat itu dikabarkan sedang menjalin hubungan dengan someone dari sekolah sebelah.
Menanggapi
kegagalan timnya, Rowi Alfata meminta maaf kepada seluruh rakyat XENON.
“Saya
dan tentunya semua pemain meminta maaf, inilah perjuangan yang bisa kami
berikan, tidak ada yang salah, semua pemain sudah berusaha maksimal.” Ungkapnya
kepada wartawan saat konfrensi pers setelah pertandingan usai.
Walaupun
XENON sudah dicukur habis oleh adiknya, tapi semangat dan kecintaan mereka pada
kelas tidak pernah berkurang. Bahkan mereka meyakini, ini bukan kekalahan yang
sebenarnya melainkan kekalahan yang dibuat-buat demi menghibur yang sang adik.
“ini merupakan hal yang luar biasa, saya salut
kepada para pemain yang rela mengalah demi adiknya. Sekali lagi, saya bangga.
Dua jempol untuk XENON.” Ujar seorang supporter.
hahaha (h)
ReplyDelete