Senin, 09 Sep. 13
UH PERTAMA KELAS XII

Pak yusroni (akrab kami panggil pak Yus) nyesel buat soal UH yang sama dengan tahun lalu. Persis sama, nggak ada bedanya.

Sebagian besar rakyat xenon saat tadi dapet nilai yang luar biassaah.. banyak yang luar biasa bagus, dan banyak juga yang luar biasa nggak bagus (Baca: jelek). Banyak yang dapat 100 and banyak juga yang sebaliknya, seperti Surya (temen dudukku) yang dapat 30, bahkan ada temenku berinisial RM, dapet 20. Hmmm.. lumayan menyedihkan..
“Seumur-umur Cuma kali ini saya membuat soal yang sama dengan tahun lalu, sebelumnya tidak pernah sama sekali” kata pak Yus curhat pada kami. “Niat saya membuat soal yang sama hanya untuk membandingkan kelas XII yang sekarang dengan yang dulu. Dulu banyak yang remidi, Cuma beberapa anak saja yang dapat nilai sempurna. Itu adalah anak-anak yang memang sudah luar biasa. Tapi sekarang?. I was make a mistake. Banyak sekali yang dapat seratus. Bahkan di kelas XII IPA 2, Nilai terendahnya 80, dan 60% siswanya mendapatkan nilai yang perfect” lanjut beliau. Hal yang sama juga terjadi pada kelas XI, karena menggunakan soal yang sama dengan tahun lalu banyak siswa yang perfect. Masalah yang utama bagi pak Yus bukan karena tidak senang melihat banyak siswa yang mendapat nilai 100, tapi karena banyaknya siswa yang tidak disangka-sangka mendapat 100, dan justru siswa yang dikenal bagus dalam bahasa inggris tidak mendapat nilai sempurna itu.
Yup, kecerdikan dan kreatifitas anak SMANEL memang nggak ada habisnya. Setiap tiba waktu ulangan harian, pasti beredar hasil ulangan kakak kelas tahun lalu. Seperti UH 1 kemarin, yang terkenal adalah Zainal Yandi (sekarang dia lanjut di STIKES di Jogja). Disetiap penjuru sekolah, ketika menemukan anak kelas XII IPA pasti dia punya fotokopyan hasil ulangan zainal yandi. Dan karena itulah, nama zainal yandi seperti nama artis yang lagi in, namanya disebut disana-sini. Tapi disisi lain, harkat dan martabatnya kayaknya menurun deh, karena semua orang jadi pada tau nilai matematikanya yang 30.

Budaya mempelajari hasil ulangan tahun lalu sudah hidup dan berkembang sejak kelas XI. Kenapa bisa terus berlanjut? Karena memang ada beberapa pelajaran yang soalnya diulang lagi, seperti pelajaran Mulok (Al-Qur’an). Soalnya pasti sama, atau cuma dirubah sedikit sebagai jebakan batman. Kalo soalnya sama, itu adalah rejeki nomplok untuk mereka yang cuma mempelajari soal, karena mereka nggak perlu belajar banyak, mereka cukup hanya menghafal jawaban saja. Seingetku sih cuma mulok yang sering ngulang soal, nggak ada pelajaran lain. Sering diulangnya soal di pelajaran mulok ini berdampak pada pelajaran lain. Banyak yang menjadi malas belajar dan mereka hanya menghafal jawaban. Pelajaran yang paling banyak memakan korban adalah matematika, kimia, dan fisika. Pelajaran-pelajaran ini tidak pernah menggunakan soal yang sama, jadi banyak siswa yang terjebak. Suatu bencana besar bagi mereka yang menghafal jawaban. Tapi anehnya, sampai kelas XII sekarang banyak yang masih menghafal jawaban. Apakah mereka tidak belajar dari pengalaman hari kemarin? Hehe..

0 komentar:

Post a Comment

 
Top