Selamat pagi pemirsaa.. aku baru selese nyuci nih (#anak rajiin).. yang aku cuci tadi cuma sepatu and kaos kaki kesayanganku aja.. hwahaha.. 12 hari liburan sudah berlalu baru nyuci sekarang, kebayang gimana kuman, bakteri, dan jamur yang ada di sepatu itu, pasti udah bikin kampung tuh disana.

Kali ini aku mau cerita pengalaman yang gak bakalan terlupakan selama nafas masih dikandung badan. Yaitu pengalaman saat pengambilan nilai pelajaran seni budaya, dimana kita harus nyanyi lagu adat yang berasal dari berbagai penjuru nusantara (@$%).
kita nyanyi itu secara berkelompok. Sebelum lanjut cerita, aku kenalin kelompokku dulu ya.


  1. Wawan, cowok paling imut (kayak marmut) di kelas XI IPA 1. Berasal dari pohgading. Ciri khas: kalo ngomong harus bin wajib ada kata: “Seeeeet” (dibaca sepanjang 4 harokat). Tak ada yang mengetahui arti dari mantra itu. Hobi: nari (dia kalo nari kayak orang kesurupan)
  2. Ewa, cowok yang cool abiiiezz (cool-nya sudah abis).. asal: wanasaba. Ciri khas: kalo foto, pasti gayanya senyum lebar (lebih lebar dari gerbang sekolah) dengan bibir atas diangkat setinggi-tingginya dan bibir bawah diturunkan sebawah-bawahnya, tujuannya adalah untuk menampakkan gigi kebanggaannya. Hobi: nyanyi dan nari kayak itik (yang goyang Cuma bokongnya). Perlu diketahui dimana-mana dia pasti nari, mulai dari dalam kelas, wc, diparkiran, jalan raya, pasar, de el el.
  3. Surya, cowok paling alim. Badannya seksi gak kalah sama bintang2 pelem. Asal: sukamulia. Ciri khas: mendongak ke atas and garuk kepala saat berdiri didepan kelas (tujuannya hanya dia dan Tuhan yang tau). Hobi: merenung sendiri di dalem kelas.
  4. Gani, cowok ter-diam (paling pendiem). Kalo dihitung, mungkin sehari dia hanya mengucapkan 9 kata. Asal: aikmel. Ciri khas: always memicingkan mata kalo bicara di depan kelas, dia kalo jalan sangat anggun, kecepatannya kira-kira sekitar 2 meter/minggu (#LeBuY).
  5. Aku sendiri. Rowi. kalian sudah kenal, ganteng, baik, imut, lucu, cool, kren, dan semua yang baik-baik lainnya. Asal: benteng. Ciri khas: selalu berpenampilan rapi n gaul. (#kalo mau muntah, silahkan dikamar mandi, aku udah tadi).

Itulah sekilas informasi mengenai temen-temen yang jadi kelompokku.

Well, acara agung n sakral itu (nyanyi maksudnya) diadakan pada hari kamis, tertanggal 13 desember 2012. Hwhahaa. Sebelunya sih direncanakan tanggal 8, tapi karena ada sesuatu’ (baca gaya Syahrini). Sekali lagi: Sesuatu’.. dimana ibu Tuti (guru seni budaya) harus melatih anak-anak tari untuk persiapan menyambut kedatangan presiden, sehingga acara konser kami diundur menjadi tanggal 13.

Karena itu merupakan acara yang sangat penting untuk mengekspresikan bakat terpendam kami, maka jauh-jauh hari kami sudah mempersiapkan diri dengan latihan suara dan tari (walaupun gitu, tetep aja gak bisa kompak).
Tak lupa yang terpenting, persiapan kami adalah tidur yang cukup, mandi 2x sehari, makan-makanan bergizi, dan buang sampah pada tempatnya (#gak nyambung).
Oh ya pada hari sabtu tanggal 8 (semula hari itu konsernya), aku dan temen-temen sekelompokku dengan puas ketawa ngledek kelompoknya Budi yang udah nyewa baju adat. Mereka udah siap lahir batin untuk tampil, tapi tau2nya gak jadi. Hiihihihiiiiihi (ketawa kuntilanak). Sebenernya kelompokku juga kemaren sepulang latihan rencananya mau nyewa pakaian adat juga tapi karena kami pulang agak petang and tempat penyewaannya udah tutup, akhirnya gak jadi (untung tutup, jadinya gak sia-sia).

Back to main topic,
Tibalah hari yang kami tunggu-tunggu. Acara pengambilan nilai akan dimulai jam 08.00 waktu SMAN 1 Aikmel.. jam 07.30 aku n anggota kelompokku sudah kumpul di kelas. Gila, setelah nyampe di kelas terlihat kelompok-kelompok yang lain udah siap dengan kostum khas mereka sementara kelompokku masih make seragam pramuka. (dalam pengambilan nilai nyanyi ini tidak diperbolehkan menggunakan seragam sekolah ataupun olahraga). Rencananya dari kemaren, kita mau pake baju kaos trus celana jeans pensil (celana paling aku benci, cos very strange for me). Tapi karena kami merasa gak cocok nyanyi adat dengan kostum begituan, akhirnya kami berubah pikiran. Setelah musyawarah, diskusi, siding isbat, siding paripurna, untuk menentukan langkah selanjutnya. 10 menit kemudian, didapatlah kesepakatan untuk menyewa pakaian adat. (hal ini didasarkan atas keperihatinan dimana anggota kelompokku pada ngiler semua liat temen-temen yang lain sedang asyik foto-foto dengan pakaian adat.. selain itu, mereka berpikir dengan menggunakan pakaian adat maka akan menambah kegantengan).

Then, dengan semangat 45 x 5 = 100 (#ngarang) kami pergi ke tempat penyewaan yang jaraknya gak jauh dari sekolah. Setelah nyampe disana, kami salam, tapi gak ada jawaban, kemudian gerbang kami buka sendiri. Berkali-kali, secara bergantian kami salam tapi tetep aja sepi. Sekitar 300 detik menunggu (dibaca: 5 menit), kami lalu pergi tanpa menutup gerbang rumah itu (#huaaahaha).
Ewa bilang kalo di wanasaba ada tempat penyewaan, tapi wanasaba lumayan jauh, sedangkan ini udah jam 07.55.. aku sih agak keberatan, tapi ya, karena pemaksaan, daripada aku dibunuh dan dimutilasi disitu mending nurut aja dh. Dengan kecepatan cahaya, kami menuju lokasi yang dimaksud. Dan dalam hitungan kejapan mata kami sampai (mungkin 99 ribu kejapan).

But, naas sekali nasib kami.. setelah nyampe sana, ternyata eh ternyata.. sepi juga… #AAAAAAARGHHH

(gara-gara itu temen-temen udah putus asa, ewa dan surya mau bunuh diri.. #gak bner)
Dengan badan lemas, muka kusem (kayak kaos kaki yang gak pernah di cuci), kami balik ke sekolah.

Nyampe disekolah, langsung lari-lari menuju kelas. Ini udah jam 08.35, pasti udah mulai nih. Dari kejauhan, terlihat pintu kelas udah di tutup, semakin dekat, terdengar temen-temen lagi nyanyi (#waduuuhh, gawat darurat..), pas udah di depan pintu, aku dan ewa saling dorong untuk masuk duluan, dan akhirnya dengan perasaan dag-dig-dug ku beranikan diri untuk membuka pintu, eh ternyata masih sepiiiiiii.. Ibu guru belum dateng, disana hanya ada kelompoknya Budi lagi latihan.. #HAAAA,, TENANG

Dengan sisa semangat yang ada, kembali kami berdiskusi. Dan hasilnya, kami tetap bertekat untuk menyewa pakaian adat. Wawan dan Ewa lalu pergi ke pancor (lumayan jauhhhhh juga). Dengan di iringi doa dan restu, setelah ritual di wc,, mereka berdua berangkat..
Aku, gani, dan surya, nunggu disekolah..

10 menit, 15 menit, 20 menit, berlalu sudah.. mereka belum datang, dan tiba-tiba dari kelas terlihat ibu Tuti sudah datang dan sedang menuju kesini.. #waw.. confusion.. kami langsung ke belakang untuk mengadakan ritual keliling wc agar wawan dan ewa cepet kembali. Setelah itu, balik lagi ke kelas. Ohh,, untungnya kita nyanyi secara gentian di dalem kelas.. 10 menit sudah acara berjalan, makhluk yang dua itu belum balik juga, di es-em-es sudah tapi gak ada balasan. Kami kembali ke belakang, muter-muterin wc lagi.. dan akhirnya mereka dateng juga.. dengan gerak cepat tanpa nasi basi (#?#) kami langsung mengambilnya.. tapi, sungguh ironis, kami gak bisa memasangnya.. Hikhikhikhik… yang bisa masang Cuma ewa.. dan dengan tertib dan rapi, kami bergantian maju kedepan untuk dipasangin..

Tenang sudah perasaan ini,, semangat yang tadinya pupus kini kembali bersemi,, kami menuju kelas untuk latihan dulu.. ohh.. disini, kami gilaaa.. banyak gerakan-gerakan yang diubah karena udah dipake ama kelompok lain. Diantara gerakan baru itu adalah goyang kambing (asal sebut), goyangan ini memadukan goyang bokong dan liukan perut..… selain itu, yang baru adalah gerakan dansa gitu.. disana ada adegan sensual.. hyaaaha #crazy
A few minutes later, seorang teman dateng ke kelas manggil kami, katanya semua anak-anak XI IPA 1 udah tampil, Cuma  kita yang belum. Akhirnya, setelah berdo’a kami menuju ruangan XI IPS 3, tempat nyanyi. Sebelum masuk, kami bersalaman, berpelukan, dan gak lupa minta do’a dari kelompoknya Budi.

Akhirnya kami masuk, sebelum nyanyi kami hormat dulu kepada ibu guru, dan melambaikan tangan kepada temen-temen yang diluar..
Kami mulai, bernyanyi dengan suara indah dan merdu (menurut kami)..
Gerakan kami cukup ancur, semua lupa sama gerakan yang udah kita susun. #huauahaha
Pas saat nyanyi Yamko Rambe Yamko.. oh suara riuh dan histeris terdengar menyambut goyangan andalan kami, yaitu goyang kambing..
hahaaaa.. itulah pengalaman manis yang akan selalu terkenang..

note:
  • saat itu kami harus menyanyikan 7 lagu, yaitu: Yamko Rambe Yamko (Irian Jaya), Ayo Mama (Maluku), Ampar-Ampar Pisang (Sulawesi Utara), Si Patokaan (Sulawesi Utara), Anak Kambing Saya (NTT), Waktu Hujan Sore-Sore (Maluku), Soleram (Riau)
  • for my friend, thanks for the joy that u give in that day..

Berikut saya tampilkan foto-foto setelah konser: (kalo ada yang tertarik masukin majalah, silahkan hubungi saya.. wakakaka)
     
Istiqlal-Ewa-Rowi
Istiqlal-Ewa-Rowi

Foto Bareng

Foto Bareng

Istiqlal-Sofyan-Wawan-Rowi

Alamat: Benteng
Rowi

*SEKIAN*
Created By: Rowi Alfata

3 komentar:

  1. haha kambinggg !!
    keren brow, ukup untuk mengocok emmmm#sensor#
    serasa harlemshake ngebacanya.....haha


    from: cowok paling imoed n kull n hensem n tercetarrrrr @xenon
    wawan..... NTUTTT :D

    ReplyDelete

 
Top