Aku coba untuk melupakan semua musibah yang menimpa di pagi hari ini (Yang belum tahu masalahnya silahkan baca postingan sebelumnya, klik: Nasib Malang karena Ojek Sialan)..
Aku melangkahkan kaki meninggalkan parkir. Berjalan menuju papan pengumuman untuk melihat dimana kelasku. Gilaa, banyak banget lagi anak-anak disana. Aku gak bisa liat apa-apa. Tapi setelah berjuang dengan semangat yang kubawa dari rumah, akhirnya bisa juga ‘nyelinep’ masuk diatara makhluk-makhluk asing itu. Setelah cari mencari-cari diantara deretan nama itu, kutemukan Rowi Alfata ada dikelas X.B… setelah itu aku kemudian pergi ke Mushalla.. Uhhhhh,, karena yang dari
SMPN 4 Pringgabaya hanya Aku sendirian yang lulus, jadinya 100% kesepian, duduk sendiri dengan pandangan kosong. Melihat yang lain sedang asyik main-main sama temannya.. jadi pengen gabung, tapi yaaach, waktu itu aku masih pemalu banget.
Teeeetttt… Teeetth, teettth…
Suara bel berbunyi. Anak-anak yang lain berkumpul di lapangan basket, karena pagi itu kita akan apel dulu. Dari spker, terdengar suara perintah untuk berbaris sesuai kelas.
Ahhhh… lagi-lagi harus merana.. (#@$%)
Kesana kemari nanya dimana barisan kelas X.B.. ohhh.. dan setelah keliling barulah aku menemukannya. Tapi setelah berbaris, ternyata kita disuruh mungut sampah dulu. Jadi otomatis kita bubar. Setelah balik, Oh Tuhan.. Aku lupa, tadi baris dimana, anak X.B juga belum ada yang ku ingat wajahnya. #Parah
Tak lama kemudian kita langsung disuruh untuk segera baris, tp Aku sama sekali gak tahu dimana kelas X.B, akhirnya aku baris sembarangan aja. Hehe
Seorang guru lalu datang, lalu kayak absen gitu..
“X.A” teriaknya
“Siap…” jawab anak-anak X.A yang ada di baris paling kanan.
X.B… SIAP…… *baris lebih kanan
Ohh.. Ternyata disana kelas X.B. Dan kelas yang aku tempati saat ini adalah X.E.. aku pengen pindah saat itu juga, tapi takut sama guru tadi soalnya aku duduk di barisan paling depan.
Pas guru yang tadi balik badan (DIBACA: pergi),, aku langsung kabuuurr dari kelas itu dan menuju barisan kelas X.B.. Hwahaha.. aku baris paling belakang. Di depanku berdiri seorang manusia berbadan besar, tinggi, dan gempal, dan setelah selidik-selidik dari kartu nama yang dikalungkan, ternyata namanya adalah Ibnu, biasa dipanggil Inu. So, sejak saat itu aku gak pernah nyasar ataupun salah kelas lagi, karena sudah ada Inu. Manusia berkarisma dengan ciri khas badannya yang besar, Inu seolah-olah menjadi penanda.. hehew.. Makasih bro, atas jasanya dihari pertama MOS waktu itu..
Pesan Moral: Banggalah dengan diri Anda yang punya ciri khas yang Anda miliki, jangan pernah sesali, dan jangan pernah menjadi orang lain.. karena itu bisa itu bisa menjadi petunjuk bagi orang lain kesusahan..
Created By: Rowi Alfata
0 komentar:
Post a Comment